Alamat Redaksi:

Ciwidey Pertengahan Kav. Kebun 9 No. 79,
Kelurahan Hajarsari, Kecamatan Bandung Utara
Kota Bandung
Jawa Barat

Materi lengkap Mata Pelajaran Geografi Kelas 12: Metode Perwilayahan

Metode Perwilayahan

Metode Perwilayahan adalah proses penting dalam geografi yang melibatkan pengelompokkan wilayah berdasarkan ciri-ciri yang serupa. Hal ini dilakukan untuk memahami dan menganalisis perbedaan dan persamaan antara berbagai wilayah. Dalam metode perwilayahan, terdapat dua pendekatan utama yang dapat digunakan, yaitu penyamarataan wilayah atau regional generalization dan klasifikasi wilayah atau regional classification.

Pada penyamarataan wilayah, metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola dan karakteristik yang umum di seluruh wilayah yang dianalisis. Dalam hal ini, wilayah-wilayah yang memiliki ciri-ciri serupa digabungkan menjadi satu kelompok.

Generalisasi (Penyamarataan Wilayah)

Setelah memahami konsep dasar tentang generalisasi wilayah, sekarang kita akan melihat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut.

Pertama, skala peta menjadi faktor penting dalam generalisasi regional. Skala yang digunakan akan mempengaruhi sejauh mana detail wilayah yang dapat diwakili dalam peta. Misalnya, jika menggunakan skala yang kecil, maka wilayah yang ditampilkan akan lebih umum dan tidak terlalu detail. Sebaliknya, jika menggunakan skala yang besar, maka wilayah yang ditampilkan akan lebih detail dan spesifik.

Selanjutnya, tujuan pewilayahan juga harus dipertimbangkan dalam generalisasi wilayah. Tujuan ini berhubungan dengan apa yang ingin dicapai melalui proses penyamarataan. Apakah tujuannya adalah untuk menyoroti karakteristik khusus suatu wilayah ataukah untuk menghilangkan faktor-faktor yang dianggap kurang relevan.

Skala Peta

Setelah mempelajari tentang generalisasi dalam pemetaan, sekarang mari kita fokus pada faktor lain yang sangat penting, yaitu skala peta. Skala peta merupakan ukuran yang menentukan sejauh apa sebuah peta memperkecil atau memperbesar suatu wilayah. Dalam pemetaan, penggunaan skala yang tepat sangatlah penting untuk mendapatkan data yang akurat.

Peta-peta berskala besar digunakan untuk penelitian wilayah yang detail dan memerlukan ketelitian pengukuran yang tinggi. Dalam peta ini, setiap objek atau fitur ditampilkan dengan ukuran yang sesuai. Namun, peta berskala besar memiliki cakupan yang terbatas, sehingga hanya cocok digunakan untuk daerah survey yang tidak terlalu luas.

Sementara itu, peta berskala kecil digunakan untuk generalisasi regional yang meliputi daerah yang lebih luas.

Tujuan Pewilayahan

Namun demikian, perlu diingat bahwa tujuan pewilayahan juga sangat mempengaruhi derajat generalisasi yang dilakukan pada peta. Misalnya, jika tujuan pewilayahan adalah untuk pemetaan tata guna tanah, maka derajat generalisasi yang dilakukan akan lebih kecil dibandingkan dengan generalisasi regional yang digunakan untuk tujuan analisis klimatologis. Hal ini terutama dipengaruhi oleh adanya perbedaan dalam fitur visual yang ada dalam penelitian.

Sebagai contoh, ketika bekerja dengan data visual seperti peta topografi atau citra satelit, derajat generalisasi akan lebih kecil dibandingkan dengan data yang tidak visual seperti data statistik atau data terstruktur. Ini karena dalam data visual, setiap detail atau fitur pada peta harus dijaga agar tidak hilang atau terdistorsi saat dilakukan generalisasi.

Delimitasi Wilayah

Delimitasi wilayah merupakan langkah penting dalam proses pewilayahan yang dilakukan untuk tujuan tertentu. Untuk memahami delimitasi wilayah dengan lebih baik, kita dapat membedakannya menjadi dua kelompok, yaitu delimitasi wilayah dengan cara kualitatif dan delimitasi wilayah dengan cara kuantitatif.

Delimitasi wilayah dengan cara kualitatif melibatkan penentuan batas terluar suatu wilayah berdasarkan karakteristik dan atribut yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Misalnya, dalam penentuan batas antara dua wilayah administratif, faktor-faktor seperti kebudayaan, geografi, dan sejarah dapat menjadi pertimbangan.

Di sisi lain, delimitasi wilayah dengan cara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan data dan angka. Proses ini melibatkan penggunaan metode statistik dan pemodelan matematis untuk mengukur dan menentukan batas wilayah.

Delimitasi wilayah dengan cara kualitatif

Delimitasi wilayah adalah proses pembagian wilayah pembangunan Indonesia menjadi beberapa bagian yang lebih kecil. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam delimitasi wilayah, salah satunya adalah delimitasi kualitatif. Perbedaan antara delimitasi kualitatif dengan delimitasi menggunakan peta garis adalah bahwa delimitasi kualitatif menggunakan interpretasi foto udara untuk menentukan batas wilayah.

Kelemahan Delimitasi pada Pembagian Wilayah Pembangunan Indonesia

Kelemahan delimitasi pada pembagian wilayah pembangunan Indonesia adalah bahwa metode ini tidak selalu akurat dalam memperhitungkan kebutuhan dan potensi wilayah. Penggunaan peta garis yang digunakan dalam delimitasi wilayah seringkali tidak memberikan gambaran yang jelas tentang karakteristik wilayah. Hal ini dapat menyebabkan pemberian batas yang tidak sesuai dengan potensi dan kebutuhan wilayah tersebut. Selain itu, delimitasi wilayah menggunakan peta garis juga rentan terhadap kesalahan manusia, seperti kesalahan pengukuran dan kesalahan interpretasi data.

Delimitasi wilayah dengan cara kuantitatif

Setelah kita membahas tentang delimitasi wilayah dengan cara kualitatif, sekarang kita akan melanjutkan dengan pembahasan tentang delimitasi wilayah dengan cara kuantitatif. Metode ini lebih menitikberatkan pada penggunaan parameter-parameter yang sifatnya kuantitatif dalam menentukan batas-batas wilayah.

Delimitasi wilayah dengan cara kuantitatif menggunakan data yang dikumpulkan dari berbagai bidang, seperti data ekonomi, data demografi, data sosial, dan lain sebagainya. Kemudian, data tersebut diolah dan dituangkan dalam peta untuk memberikan gambaran tentang penyebaran data tersebut dalam ruang.

Keuntungan dari metode ini adalah hasilnya lebih objektif karena didasarkan pada data kuantitatif yang dapat diukur dan dibandingkan secara matematis. Selain itu, metode ini juga lebih dapat dipertanggungjawabkan karena menggunakan data yang dapat diverifikasi.

Klasifikasi Wilayah

Dalam klasifikasi wilayah, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan sifat kualitatif. Dalam metode ini, properti yang digunakan untuk menggolongkan wilayah didasarkan pada karakteristik subjektif yang sulit diukur secara numerik.

Misalnya, kita dapat mengklasifikasikan wilayah berdasarkan budaya, bahasa, atau agama yang dominan di wilayah tersebut. Dengan menggunakan pendekatan ini, kita dapat memahami perbedaan budaya dan tradisi antar wilayah. Hal ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan strategis dalam pengembangan wilayah, seperti pengaturan kebijakan pendidikan atau pelestarian warisan budaya.

Namun demikian, metode kualitatif juga memiliki kelemahan. Klasifikasi berdasarkan sifat kualitatif dapat menjadi subjektif dan sulit untuk diukur secara objektif.

Metode dalam Klasifikasi Wilayah

Metode dalam klasifikasi wilayah dapat dibagi menjadi beberapa subtopik, yaitu metode interval dan metode hirarkhis. Metode interval digunakan untuk mendapatkan informasi yang dapat disadap dari data dalam klasifikasi wilayah. Dalam metode interval, wilayah dibagi menjadi interval yang sesuai dengan karakteristik yang diinginkan. Selanjutnya, pembentukan kelas dalam deferensiasi dapat dilakukan dengan memperhatikan pembagian wilayah dalam metode interval.

a. Metode Interval

Metode Interval adalah salah satu metode yang digunakan dalam klasifikasi wilayah. Dalam metode ini, wilayah dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan kelas interval. Semakin banyak kelas yang dibentuk atau semakin kecil interval yang digunakan, semakin banyak informasi yang dapat disadap dari data yang bersangkutan. Metode ini memungkinkan kita untuk menggolongkan wilayah dengan lebih rinci dan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perbedaan dan karakteristik setiap wilayah. Pembagian wilayah dalam metode interval dapat dilakukan berdasarkan berbagai faktor seperti geografi, ekonomi, atau sosial.

b. Metode Hirarkhis

Metode Hirarkhis adalah salah satu metode yang digunakan dalam klasifikasi wilayah. Dalam metode ini, setiap kelas memiliki hubungan dengan kelas di bawahnya atau di atasnya. Hal ini dikarenakan orde yang lebih tinggi merupakan gabungan dari kelas yang ada di bawahnya. Metode ini memberikan struktur hierarkis yang memudahkan dalam memahami hubungan antara wilayah-wilayah tersebut.

Dengan menggunakan metode hirarkhis, penggolongan wilayah dapat dilakukan dengan lebih sistematis. Setiap wilayah dapat ditempatkan dalam kelas yang sesuai berdasarkan karakteristik dan atributnya.

Kesimpulan

Dalam materi ini, telah dibahas mengenai metode pewilayahan, yang merupakan proses penyamarataan wilayah. Metode ini melibatkan penggunaan skala peta yang berbeda untuk mempermudah dalam memetakan wilayah. Materi juga menjelaskan tujuan dari pewilayahan, yaitu untuk mempertegas batas-batas wilayah.

Metode delimitasi wilayah juga dijelaskan dalam materi ini, baik melalui pendekatan kualitatif maupun kuantitatif. Pendekatan kualitatif melibatkan faktor-faktor seperti budaya, bahasa, dan geografi dalam menentukan batas wilayah.

Baca Rangkuman Lengkap Mata Pelajaran Geografi Kelas 12