Alamat Redaksi:

Ciwidey Pertengahan Kav. Kebun 9 No. 79,
Kelurahan Hajarsari, Kecamatan Bandung Utara
Kota Bandung
Jawa Barat

Devi Oktafriana atlet lompat jauh sedang berlatih

Lompat Jauh: Pengertian, Sejarah, Teknik Dasar, Gaya dan Peraturannya

Pengertian Lompat Jauh adalah salah satu cabang olahraga atletik nomor lompat horizontal yang memiliki tujuan utama untuk melompat mencapai jarak yang paling jauh. Beberapa teknik dasar yang harus Anda kuasai terlebih dahulu yakni meliputi awalan lari, tolakan atau lepas landas, teknik melayang, hingga teknik mendarat.

Pada Teknik Lompat Jauh, Anda harus mampu menggabungkan seluruh kekuatan, kecepatan, dan kelincahan gerak agar upaya pendaratan dapat terlampaui jauh. Nah, nantinya jarak lompatan akan diukur berdasarkan papan tolakan menuju titik pendaratan yang dilakukan oleh anggota tubuh. Untuk lebih memahaminya, yuk simak ulasannya berikut.

Pengertian Lompat Jauh

Apa yang dimaksud dengan Lompat Jauh? Lompat Jauh merupakan suatu gerakan meloncat ke depan atas dengan membawa titik berat badan sejauh mungkin saat melayang di udara. Gerakan ini dilakukan dengan berjalan cepat yang dilanjutkan dengan melakukan tolakan menggunakan salah satu kaki terkuat sebagai tumpuannya.

Di Indonesia, Olahraga Lompat Jauh pertama kali diperkenalkan oleh Syarifuddin A. pada tahun 1992 silam. Menurutnya, kondisi fisik dan keserasian gerakan sangat mempengaruhi kekuatan tolakan pada lompat jauh.

Sementara itu, Pengertian Lompat Jauh lainnya yang diambil dari KBBI yaitu sebuah gerakan mengangkat kaki ke depan secara cepat, lalu menurunkannya kembali. Lompat Jauh termasuk cabang olahraga (cabor) Atletik yang dilombakan dalam tingkat nasional dan dunia yang bertujuan untuk mencapai tempat mendarat sejauh mungkin ke titik pendaratan.

Sejarah Lompat Jauh

Olahraga Lompat Jauh telah ada sejak zaman dahulu kala yakni sekitar abad ke-13 yang pertama kali dilombakan di Olimpiade Kuno tahun 708 masehi. Bahkan sejarah pernah mencatat bahwa Chionis pernah menggelar lompatan ini yang setara dengan 7 meter dan 5 sentimeter. Tujuan awalnya yakni untuk berlatih perang bersama prajurit militer.

Mereka menggunakan lompat jauh ini sebagai latihan ketangkasan untuk menerobos berbagai rintangan yang curam seperti jurang. Nah, lompat jauh di zaman dahulu diawali dengan berlari jarak pendek sambil membawa beban di kedua tangannya atau disebut pula sebagai halteres. Beban tersebut beratnya kurang lebih berkisar 1 – 4.5 kilogram

Namun, Olahraga Lompat Jauh di zaman modern baru dipertandingkan pada tahun 1896. Sedangkan khusus wanita baru diizinkan berkompetisi dalam olahraga ini di tingkat Olimpiade pada tahun 1948. Hal ini tak lepas dari peran Dr. Harry Eaton Stewart yang merekomendasikan lari lompat lebar sebagai lapangan standar dan lintasan bagi kaum perempuan.

Lompat Jauh diperkenalkan pula oleh para atlet yang berhasil melompat dengan jarak terjauh. Misalnya, pada tahun 1968, Bob Beamon memecahkan rekor mampu melompat sampai 8.9 meter. Pada tahun yang sama, Mike Powell yang merupakan atlet asal Amerika Serikat mampu melompat sampai 8.95 meter pada ajang Olimpiade Tokyo.

Teknik Dasar Lompat Jauh

Seorang atlet Lompat Jauh haruslah mengetahui teknik melakukan lompatan yang benar untuk mendapatkan jarak semaksimal mungkin. Nah, Teknik Lompat Jauh terdiri atas empat fase yang meliputi teknik awalan, tolakan, melayang di udara, dan pendaratan. Berikut langkah-langkah yang harus Anda pelajari.

1. Awalan

Teknik Awalan Lompat Jauh adalah berlari dengan kecepatan perlahan lalu lari cepat ketika sudah mendekati daerah tolakan. Awalan pada Lompat Jauh bisa diartikan sebagai suatu upaya memaksimalkan kecepatan horizontal dan mengubahnya menjadi kecepatan vertikal saat melakukan tolakan.

Teknik awalan ini dapat dilakukan dengan berlari sekitar jarak 20 – 30 meter. Fungsi Awalan Dalam Lompat Jauh adalah untuk mendapatkan dorongan yang tinggi ketika melompat. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan pada awalan lompat jauh.

  • Posisi awalan yang benar adalah kaki sejajar, kemudian lakukan lari sprint hingga sesaat sebelum tolakan.
  • Ketika mendekati papan tolakan yang berjarak 4 – 5 langkah, gerakan lari otomatis di lepas dan konsentrasilah pada balok tolakan.

2. Tolakan

Teknik dalam Lompat Jauh setelah melakukan awalan adalah melakukan tolakan. Namun, tolakannya ini hanya boleh menggunakan salah satu kaki terkuat saja sebagai pijakannya. Hal ini karena jika Anda melompat dengan pijakan dua kaki justru membuatnya tak bisa melompat lebih jauh. Berikut Teknik Tolakan Lompat Jauh yang benar.

  • Tolakan dalam Lompat Jauh menggunakan kombinasi kecepatan berlari dan kekuatan kaki yang diawali dengan mengayunkan paha dan kaki di posisi horizontal.
  • Kemudian, sendi mata kaki, lutut, dan pinggang harus diluruskan ketika Anda melakukan tolakan.
  • Lakukan tolakan ke depan atas dengan sudut tolakan 45 derajat.

3. Melayang di Udara

Kecepatan yang diperlukan pada cabang Olahraga Lompat Jauh disaat melayang di udara yakni tetap selalu menjaga keseimbangan. Lakukan gerakan kaki layaknya berjalan untuk membantu Anda agar dapat melakukan pendaratan dengan sempurna. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari fase ini yakni.

  • Usahakan untuk menahan udara seminimal mungkin.
  • Teknik Dasar Lompat Jauh saat melayang di udara harus selama mungkin agar menghasilkan loncatan terjauh.
  • Siapkan kaki untuk mendarat.

4. Pendaratan

Cara melakukan Lompat Jauh ketika melakukan pendaratan dilakukan dengan menundukkan kepala, lalu mengayunkan kedua lengan dan mengarahkannya ke pinggang bagian depan untuk memberinya kekuatan. Selain itu, hal ini berfungsi untuk memastikan bagian kaki terlebih dahulu yang terkena pasir.

Posisi badan saat mendarat dalam Lompat Jauh yang benar adalah cenderung ke depan dan mendarat bersamaan dengan kedua kaki. Dengan begitu akan meminimalisir terjadinya cedera, sebab saat pendaratan tubuh pasti mengalami benturan yang keras.

Gaya Lompat Jauh

Teknik Lompat Jauh yang benar tak luput dari kemampuan atlet dalam memahami berbagai gerakan gaya Lompat Jauh. Ada beberapa gaya yang umum dilakukan dalam pertandingan internasional Lompat Jauh yang meliputi gaya jongkok, gaya menggantung, dan gaya berjalan di udara. Setiap gaya tersebut memiliki karakteristik yang berbeda sebagai berikut.

1. Gaya Jongkok (Ortodok)

Gaya jongkok atau disebut pula sebagai gaya ortodok merupakan gaya Lompat Jauh yang paling tua karena sangat mudah dipraktikkan. Sikap tubuh saat melayang pada Lompat Jauh gaya jongkok yakni dengan menekuk kedua kakinya layaknya posisi jongkok.

Jadi, Anda harus menggunakan tolakan kaki yang paling kuat. Nah, ketika tubuh melayang di udara, pastikan pula posisi badan lebih condong ke depan dengan tangan yang dikibaskan ke belakang tubuh dan aturlah pendaratan dengan tepat.

2. Gaya Menggantung (Schnepper)

Pengertian Lompat Jauh gaya menggantung atau schnepper merupakan gaya dengan posisi tubuh yang melayang selama mungkin ketika berada di udara. Posisi kedua tangan yang benar yaitu dengan mengangkatnya ke atas kepala layaknya sedang memegang tali ayunan.

Sementara itu, kedua kaki harus ditekuk ke belakang untuk mengoptimalkan lompatan. Selanjutnya, saat melakukan pendaratan, posisi kedua kaki harus saling berdekatan untuk mendarat bersama dan tangan diayunkan ke depan. jangan sampai ada anggota badan selain kaki yang mendarat lebih dulu karena berpotensi merugikan atlet.

3. Gaya Berjalan di Udara (Walking In The Air)

Gaya berjalan di udara atau walking in the air begitu populer di kalangan atlet Lompat Jauh profesional karena sangat efisien menghasilkan lompatan yang paling jauh. Teknik dasar Lompat Jauh adalah dimulai dengan lari sprint pada jarak lintasan 40 – 45 meter.

Kemudian, Lompat Jauh menggunakan tolakan dengan bertumpu pada satu kaki terkuat dan mengayunkan kaki di udara dengan sekuat tenaga seperti saat sedang berjalan.

Nah, ketika mendarat, Anda harus memastikan tangan lurus ke depan dan kaki dijatuhkan secara bersama-sama. Posisi badan lebih condong ke depan dengan kondisi lutut yang sigap untuk ditekuk.

Peraturan Perlombaan Lompat Jauh

Dalam peraturan Lompat Jauh menggunakan sistem penilaian mark. Artinya, jarak lompatan diukur dari pertama kali peserta melompat di balok tumpuan hingga peserta mendarat dan menginjakkan kaki di bak pasir. Nah, berikut beberapa peraturan lainnya bagi peserta lompat.

  1. Peserta Lompat Jauh yang terdiri dari 8 orang dapat melompat secara bersamaan dengan maksimal 3 kali melompat, sehingga akan lebih mudah dalam menentukan pemenangnya.
  2. Peserta yang berjumlah di bawah 8 orang diperbolehkan melompat maksimal sebanyak 6 kali dan dilakukan secara bergantian.
  3. Pengukuran akan dilakukan setelah semua peserta melakukan lompatan yang dihitung dari bekas anggota tubuh yang paling awal menyentuh bak pasir.
  4. Setiap peserta diberikan waktu bergiliran sekitar 1.5 menit untuk melakukan lompatan. Lompatan yang paling jauh akan ditetapkan sebagai pemenangnya. Bila hasil lompatan sama, maka akan dilihat dari hasil ketiganya.

Perlu diperhatikan bahwa peserta akan dinyatakan terdiskualifikasi jika dalam kurun waktu 3 menit belum memasuki Arena Lompat Jauh dan melakukan tolakan. Bertumpu menggunakan salah satu kaki saja atau kembali ke arah tolakan saat sedang melompat juga otomatis didiskualifikasi.

Peserta dinyatakan gagal dalam Pertandingan Lompat Jauh saat juri mengangkat bendera merah. Hal ini terkadang juga terjadi karena Anda tidak mendarat di bak pasir yang disediakan. Nah, peserta yang lolos dari diskualifikasi akan mendapatkan lambang bendera putih.

Lapangan Lompat Jauh

Lapangan Olahraga Lompat Jauh terdiri dari 3 bagian yang meliputi lintasan untuk awalan, papan untuk meloncat, dan bak pasir untuk pendaratan. Berikut rincian penjelasannya.

1. Lintasan Awalan

Lintasan awalan pada Lompat Jauh memiliki panjang 45 meter yang berguna bagi jumper untuk melakukan ancang-ancang berlari. Panjang lintasan ini sangat menentukan peloncat dapat menjangkau lompatan yang paling jauh. Sementara itu, untuk lebarnya yakni sekitar 1.25 meter dengan ketebalan 10 cm. kemudian, di sisi kanan dan kirinya juga diberi garis putih 5 cm.

2. Papan Loncatan

Lapangan Lompat Jauh beserta ukurannya untuk papan loncatan yaitu berbentuk segi empat yang terbuat dari material kayu atau bahan lainnya sesuai kebutuhan dan dicat warna putih. Antara papan loncatan dengan bak pendaratan diberi jarak sekitar 1 meter.

Papan tolakan yang memiliki panjang 1.22 meter, lebar 2.02 dm, dan tebal 1.0 dm ini ditanam di tanah lintasan. Teknik melakukan tolakan di arena ini penting diperhatikan karena kesalahan berpijak mampu didiskualifikasi.

3. Bak Pendaratan

Bagian yang terakhir adalah bak pendaratan yang memiliki lebar minimal 2.2 meter. Karena fungsinya untuk menentukan keselamatan peloncat saat mendarat, maka bak ini diisi dengan pasir yang halus, lembut, dan sedikit basah. Permukaan tempat pendaratan ini pun harus rata dengan garis lompatan untuk menghindari resiko cedera.


Itulah berbagai penjelasan tentang Pengertian Lompat Jauh lengkap dengan sejarah, gaya, dan peraturan spesifik yang bisa Anda jadikan pedoman untuk latihan. Nah, untuk menghindari resiko terjadi cidera ataupun patah tulang, jangan lupa untuk melakukan pemanasan dengan cara berlari-lari kecil terlebih dahulu sebelum melompat.

Keterangan Foto: Devi Oktafriana berlatih lompat jauh persiapan PON XX Papua (foto:diskominfo.kaltaraprov.go.id)

Klik untuk kembali ke Materi Lengkap PJOK Kelas XI