Alamat Redaksi:

Ciwidey Pertengahan Kav. Kebun 9 No. 79,
Kelurahan Hajarsari, Kecamatan Bandung Utara
Kota Bandung
Jawa Barat

Natasha Mahdalita Sumbang Emas Atletik ASG 2019

Lontar Martil: Sejarah, Teknik Dasar, Peraturan dan Peralatan

Lontar Martil atau biasa juga disebut Lempar Martil merupakan salah satu kompetisi trek dan lapangan. Olahraga individu ini dilakukan dengan cara memegang martil menggunakan kedua tangan di dalam lingkaran area melempar. Lempar Martil dilaksanakan di lapangan khusus dengan ketentuan ukuran sesuai standar internasional.

Dalam olahraga Lempar Martil terdapat tiga hal yang paling esensial, yaitu kekuatan, keseimbangan, dan ketepatan pengaturan waktu. Jika atlet atau pemain menginjak lingkaran atau keluar garis yang telah disediakan, maka lemparan yang dihasilkan dinyatakan gagal. Oleh karena itu, penting untuk menguasai teknik-teknik dalam Lontar Martil.

Pengertian Lontar Martil

Lontar Martil adalah salah satu dari empat olahraga melempar yang dilaksanakan dalam kompetisi lintasan bersama dengan Lempar Cakram, Lempar Lembing dan Tolak Peluru. Martil yang digunakan dalam olahraga ini adalah berupa bola logam yang diberi pegangan dari kawat baja.

Lemparan pada Lontar Martil atau dalam bahasa Inggris disebut hammer throw harus jatuh di sektor 40 derajat. Sebelum martil menyentuh tanah, atlet tidak diperbolehkan untuk meninggalkan tempat lemparan agar tidak didiskualifikasi. Seorang atlet biasanya akan melakukan tiga hingga empat kali putaran sebelum melemparkan martilnya.

Dalam sebuah kompetisi seorang atlet atau peserta diberikan kesempatan untuk melempar martil sebanyak empat hingga enam kali. Jika terjadi seri, pemenang akan ditentukan berdasarkan jarak dan usaha terbaik.

Manfaat Olahraga Lontar Martil

Olahraga Lontar Martil pun mampu memberikan sejumlah manfaat jika dilakukan secara benar dan rutin. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain adalah:

Melatih Kekuatan Tubuh

Skill yang wajib dimiliki oleh Pemain atau Atlet Lontar Martil adalah kekuatan dan keseimbangan. Dengan rajin melakukan olahraga ini, kekuatan tubuh bagian atas akan terlatih karena bermanuver sekuat tenaga agar lemparan martil bisa tepat sasaran.

Sebagai Bentuk Penyaluran Energi yang Tepat

Untuk melakukan lemparan martil yang baik tentunya diperlukan energi yang luar biasa agar bisa bergerak dengan cepat. Jika dibandingkan dengan olahraga lempar yang lain, energi yang dikeluarkan untuk lontar martil dinilai paling signifikan.

Melatih Postur Tubuh

Saat melakukan lontar martil, dada harus tetap tegak dan kedua lutut sedikit ditekuk. Tidak diperbolehkan menunduk berlebihan agar tidak ada beban yang lebih di area punggung. Jadi, dalam Olahraga Lontar Martil, postur tubuh atlet harus benar-benar stabil dan mengandalkan kekuatan tubuh bagian atas, bukan pada kedua kaki.

Melatih Koordinasi Mata dan Tangan

Ketika melemparkan martil diperlukan koordinasi mata dan tangan yang sempurna dan maksimal. Dengan begitu akan terbentuk keseimbangan antara tubuh dengan martil.

Sejarah Lontar Martil

Sejarah Lontar Martil dimulai pada abad ke-18 saat orang-orang Tailteann biasa melemparkan batu berat atau logam yang dilekatkan dengan tali. Hal tersebut ditujukan untuk memamerkan bakat di depan para raja. Kemudian budaya ini terus dikembangkan dan diperkenalkan sebagai cabang olahraga pada Olimpiade modern tahun 1900.

Sejarah lain menyebutkan, bahwa olahraga ini berasal dari perang kemerdekaan Skotlandia yang mana Raja Edward-I melarang penggunaan senjata. Akibatnya, lemparan jenis ini mulai dipraktikkan oleh para prajurit pada sekitar abad ke-13 atau 14.

Debut Olahraga Lempar Martil untuk kategori putri dilaksanakan pada Olimpiade Musim Panas tahun 2000. Satu tahun kemudian, lempar martil putri juga diperkenalkan dalam kejuaraan dunia.

Sejak pertama kali diperkenalkan pada Olimpiade, popularitas Olahraga Lontar Martil semakin meningkat di berbagai negara. Beberapa negara yang berpartisipasi dalam mempopulerkan olahraga ini antara lain adalah Cina, Uzbekistan, Tajikistan, Kuwait, India, dan Korea Selatan.

Dalam ajang Asian Games 2014, atlet lempar martil dari Tajikistan bernama Dilshod Nazarov berhasil mendapatkan medali emas untuk kategori putra. Sedangkan untuk kategori putri dimenangkan oleh Zhang Wenxiu dari Cina.

Rekor dunia untuk Olahraga Lempar Martil adalah dicetak oleh Karl-Hans Riehm dari Jerman pada 19 Mei 1975. Saat itu, enam lemparannya mencapai jarak 78,5 meter, mengalahkan rekor sebelumnya yang menghasilkan jarak 76,66 meter.

Selain itu, John Flanagan yang berasal dari Amerika Serikat juga menjadi satu-satunya Atlet Lontar Martil yang memenangkan medali emas sebanyak tiga kali. Medali-medali tersebut dicetak pada Olimpiade yang diselenggarakan tahun 1900, 1904, dan 1906.

Atlet berprestasi lainnya di bidang Lontar Martil adalah Yuriy Sedykh dari Rusia yang berhasil meraih medali emas Olimpiade pada tahun 1976 dan 1980. Kemudian 11 tahun kemudian Sedykh juga mendapatkan gelar juara dunia saat masih berusia 36 tahun.

Sementara itu untuk kategori putri, rekor Lontar Martil dipegang oleh Yipsi Moreno yang berasal dari Kuba. Moreno memegang gelar juara dunia pada Olimpiade yang diselenggarakan pada tahun 2001, 2003, dan 2005. Selain itu, pada tahun 2004 dan 2008, ia juga membawa pulang medali perak Olimpiade.

Teknik Lontar Martil

Teknik Lontar Martil yang penting untuk dipelajari terdiri dari teknik posisi awal dan ayunan, putaran dan transisi, akhiran, serta lemparan. Berikut ini, penjelasan detail di setiap tekniknya:

1. Posisi Awal dan Ayunan Lontar Martil

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam posisi awal dan ayunan dalam Lempar Martil adalah:

  • Awalan dimulai dengan memegang martil di bagian pegangan atau handle-nya menggunakan tangan kiri. Kemudian tutup martil menggunakan tangan kanan dengan posisi kedua ibu jari saling menyilang.
  • Kepala martil boleh diletakkan di atas tanah, tepatnya di sisi kanan atau belakang pelempar. Setelah itu atlet bisa mengayunkan martil sebagai ayunan permulaan.
  • Titik terendah ayunan permulaan adalah saat martil melewati bagian kanan dan kaki kanan.

2. Putaran dan Transisi Lontar Martil

Dalam melakukan putaran dan transisi, hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Saat martil berada di titik terendah, pelempar bisa melakukan pivot di atas tumit tungkai kiri dan ujung telapak kaki kanan.
  • Putaran dilakukan di atas tumit kaki kiri sehingga menghadap kea rah lingkaran. Setelah itu putar lagi di atas telapak kaki bagian depan sampai kembali ke arah semula.
  • Tubuh bagian bawah membawa bagian atas untuk bisa bergerak ke depan. Dalam hal ini, pastikan posisi tangan kiri menutup dada. Saat tungkai masih bergerak, maka martil akan terus bergerak.
  • Kaki kanan meninggalkan tanah pada saat kaki kiri sudah selesai melakukan gerakan tumit. Lalu berat badan akan dipindahkan ke tungkai kiri, dan seterusnya.

3. Akhiran Lontar Martil

Hal-hal yang harus diperhatikan pada tahap akhiran pertandingan lempar martil adalah:

  • Sebelum martil mencapai titik terendahnya, pelempar harus sudah memulai menarik martilnya.
  • Pelempar harus berusaha untuk mempercepat jalannya martil saat sedang bergerak ke bawah.
  • Percepat gerakan kedua tungkai agar putaran tubuh bagian bawah juga semakin cepat.

4. Lemparan Martil

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat tahap pelemparan martil.

  • Luruskan kedua tungkai dengan kuat.
  • Badan tetap dibusungkan dengan kepala direbahkan ke arah belakang.
  • Saat martil sudah mencapai sudut trayektori, pelempar harus tetap melihat ke arah lemparan.
  • Angkat kedua lengan pada akhir gerakan dan pandangan mata masih mengikuti jalannya martil sebelum mengganti posisi kedua tungkai.

Peraturan Perlombaan Lontar Martil

Setelah mengetahui pengertian Lontar Martil beserta sejarah dan teknik dasarnya, kini saatnya menyimak peraturan perlombaannya. Peraturan ini ditetapkan oleh World Athletics sehingga harus dipatuhi oleh semua atlet. Adapun peraturan yang dimaksud adalah meliputi:

  1. Alat Lontar Martil harus memenuhi standar berat, panjang, diameter, pegangan, dan pusat gravitasi dan harus memiliki sertifikasi.
  2. Berat Lontar Martil minimum untuk putra senior adalah 7,26 Kg. 6 Kg untuk putra junior, 5 Kg untuk putra muda, dan 4 Kg untuk putri senior, junior, remaja.
  3. Panjang martil minimum untuk putra adalah 110 mm untuk pria dan 95 mm untuk putri.
  4. Panjang martil maksimal untuk putra adalah 121,5 mm dan untuk putri 119,5 mm.
  5. Martil yang digunakan memiliki diameter maksimal 130 mm untuk pria dan 110 mm untuk putri.
  6. Pegangan martil harus berbentuk segitiga sama kaki dengan sisi panjang 110 mm dan terbuat dari konstruksi yang kaki dan tidak melar saat dilemparkan.
  7. Panjang lurus dari kawat pegangan memiliki diameter tidak lebih dari 3 mm dan tidak boleh terputus saat digunakan. Sebaiknya pilihlah kawat yang tidak bisa meregang dengan tinggi saat dilemparkan.
  8. Pusat gravitasi kepala martil harus kurang dari 6 mm dari pusat bola.
  9. Pelempar tidak boleh keluar dari lingkaran sampai martil mencapai tanah.
  10. Pelempar harus menunggu sampai martil benar-benar mendarat sebelum keluar dari setengah lingkaran.
  11. Martil yang dilempar harus mendarat di sektor yang disediakan dengan sudut 34,92 derajat.
  12. Setiap lemparan yang mendarat tanpa pelanggaran kaki dianggap sebagai lemparan yang sah.

Peralatan Lontar Martil

Martil yang digunakan dalam lempar martil terdiri dari kepala logam, kawat, dan gagang. Kepala logamnya terbuat dari besi padat atau logam lain. Sedangkan bagian kawatnya terbuat dari baja yang tidak mudah meregang saat dilempar. Pegangannya yang berbentuk segitiga harus kaku dan tidak memiliki sendi engsel.

Lapangan Lontar Martil

Gambar Lapangan Lontar Martil terdiri dari 3 bagian, yaitu area tolakan, area pendaratan, dan kandang pengaman.

1. Area Tolakan (Throwing Circle)

Area tolakan adalah zona yang digunakan oleh atlet untuk melakukan lemparan martil. Ukuran lingkaran pada Lapangan Lontar Martil sama dengan lingkaran pada tolak peluru, yaitu berdiameter 2,135 meter. Tidak heran jika Gambar Lontar Martil hampir sama dengan gambar lapangan tolak peluru.

Pada bagian permukaan akhir lingkaran, beton dibuat sedikit lebih halus daripada lingkaran pada olahraga lempar lainnya. Sementara bagian luar area tolakan diberi garis dengan panjang 75 cm yang sisi kanan dan kirinya sejajar dengan titik pusat lingkaran.

2. Area Pendaratan (Landing Sector)

Area pendaratan digunakan untuk mendarat martil yang sudah dilontarkan oleh atlet. Bentuk landing sector ini adalah berupa busur lingkaran. Umumnya ukuran lapangan Lontar Martil pada bagian landing sector adalah memiliki panjang 90 meter.

3. Kandang Pengaman (Safety Cage)

Kandang pengaman ini merupakan fasilitas dari Lapangan Lontar Martil yang berguna untuk menutupi seluruh sisi lapangan, kecuali sisi depan. Keberadaan kandang ini akan menghindarkan atlet, juri, dan penonton mengalami kecelakaan.

Setelah mengetahui pengertian lempar martil dan teknik-teknik permainannya, Anda pasti semakin tertarik untuk menekuni olahraga lempar ini. Anda bisa menggunakan jasa pelatih lempar martil profesional untuk memaksimalkan performa latihan. Jika ingin belajar secara otodidak, Anda bisa melihat beberapa video dan gambar lempar martil yang ada di internet.

Lanjutkan untuk baca Soal dan Kunci Jawaban Materi Olahraga Lempar Martil

Baca Rangkuman Lengkap Mata Pelajaran PJOK Kelas 11

Keterangan Foto: Natasha Mahdalita meraih medali emas dari nomor atletik Lempar Martil di kejuaraan ASEAN Schools Games (ASG) 2019. (foto:dok/kemenpora.go.id)